Selasa, 28 November 2017

pidato

 Kali ini saya akan memberi kritik pada sebuah pidato yang dilantunkan oleh soekarno dihari lahirnya bangsa indonesia

Saudara-saudara sekalian!
Saya telah minta saudara-saudara hadir disini untuk menyaksikan satu peristiwa maha-penting dalam sejarah kita.
Berpuluh-puluh tahun kita bangsa Indonesia telah berjoang, untuk kemerdekaan tanah air kita bahkan telah beratus-ratus tahun!
Gelombang aksi kita untuk mencapai kemerdekaan kita itu ada naiknya dan ada turunnya, tetapi jiwa kita tetap menuju ke arah cita-cita.
Juga di dalam jaman Jepang, usaha kita untuk mencapai kemerdekaan nasional tidak berhenti-hentinya.
Di dalam jaman Jepang ini, tampaknya saja kita menyandarkan diri kepada mereka, tetapi pada hakekatnya, tetap kita menyusun tenaga sendiri, tetapi kita percaya kepada kekuatan sendiri.
Sekarang tibalah saatnya kita benar-benar mengambil sikap nasib bangsa dan nasib tanah air kita di dalam tangan kita sendiri. Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri akan dapat berdiri dengan kuatnya.
Maka kami, tadi malah telah mengadakan musyawarat dengan pemuka-pemuka rakyat Indonesia dari seluruh Indonesia. Permusyawaratan itu seia sekata berpendapat bahwa sekaranglah datang saatnya untuk menyatakan kemerdekaan kita.
Saudara-saudara!
Dengan ini kami menyatakan kebulatan tekad itu. Dengarkanlah proklamasi kami:
Proklamasi
Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain, diselenggarakan dengan cara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Jakarta, 17 Agustus 1945
Atas Nama Bangsa Indonesia


Soekarno-Hatta


Menurut saya bila pidato tersebut dibaca dengan sengsama dan dipahami maka siapa pun pasti akan bergetar hatinya. Melihat perjuangan sebuah negara yang mati mati an mendapatkan kebebasannya. Setiap kali saya membaca pidato tersebut hati saya selalu bergetar dan semangat saya langsung meluap luap. Sebuah pidato yang luar biasa hasil karya sang orator bangsa. Jiwa jiwa perjuangan yang tak kenal menyerah pasti digunakan untuk menyusun pidato ini, karena hal itu bisa dirasakan oleh pembaca pembacanya. Kelemahan pidato ini saat ini adalah pidato ini masih menggunakan ejaan lama yang sudah tidak relevan lagi untuk dipakai saat ini dan konteksnya pun sudah tidak bisa di bahas lagi.


sumber: http://makalahproposal.blogspot.co.id/2014/05/pidato-presiden-soekarno.html